photo IKLAN_zps0bd7cdbd.png

Rabu, 19 Juni 2013

Penelitian Kebijakan dan Aplikasi ICT

  Penelitian Kebijakan

Penelitian kebijakan adalah usaha mengumpulkan informasi secara komprehensif untuk merumuskan kebijakan. Penelitian kebijakan, seperti telah diuraikan sebelumnya, termasuk ke dalam kelompok penelitian terapan atau didalam lingkup penelitian sosial yang dalam aplikasinya mengikuti prosedur umum penelitian yang berlaku, disertai dengan sifat spesifiknya. Secara sederhana penelitian kebijakan dapat didefinisikan sebagai kegiatan penelitian yang dilakukan untuk mendukung kebijakan. Oleh karena sifatnya mendukung kebijakan, maka penelitian ini bersifat khas, namun tidak berarti mengada-ada. Ann Majchrzak (1984) mendefinisikan penelitian kebijakan sebagai proses penyelenggaraan penelitian untuk mendukung kebijakan atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang bersifat fundamental secara teratur untuk membantu pengambil kebijakan memecahkan dengan jalan menyediakan rekomendasi yang berorientasi pada tindakan atau tingkah laku pragmatik. Oleh karena sifatnya berorientasi kepada tingkah laku pragmatik, maka yang perlu dihasilkan oleh peneliti kebijakan adalah bukan terletak pada hingga mana bobot ilmiah sebuah hasil penelitian, namun hingga mana hasil penelitian punya aplikabilitas atau kemamputerapan dalam rangka memecahkan masalah sosial.
Kegiatan penelitian kebijakan diawali dengan pemahaman yang menyeluruh terhadap masalah sosial, seperti kekurangan nutrisi, kemiskinan, ledakan penduduk urbanisasi, inflasi, kerawanan sosial, dan lain-lain, dilanjutkan dengan pelaksanaan penelitian untuk mencari alternatif pemecahan masalah. Kegiatan akhir dari penelitian kebijakan adalah merumuskan rekomendasi pemecahan masalah untuk disampaikan kepada pembuat kebijakan. Seperti halnya penelitian-penelitian sosial atau penelitian terapan, penelitian kebijakan diarahkan untuk memberi efek terhadap tindakan praktis, yaitu pemecahan masalah sosial. Kekhasan penelitian kebijakan terletak pada fokusnya, yang berorientasi kepada tindakan untuk memecahkan masalah sosial yang unik, yang jika tidak dipecahkan akan memberikan efek negatif yang sangat luas. Tidak ada ukuran pada mengenai luas atau sempitnya suatu masalah sosial.
Penelitian kebijakan senantiasa berhubungan dengan maksimalisasi perolehan data agar peneliti mampu memetakan permasalahan, dan menyusun berbagai alternatif kebijakan.
1.                  Basic social research; yakni penelitian kebijakan harus dilaksanakan secara sesuai prosedur kerja ilmiah.
2.                  Technical social researh; yakni bahwa penelitian kebijakan harus mampu merumuskan kebijakan-kebijakan strategis yang dapat dikembangkan instrumen-instrumen teknisnya.
3.                  Policy research; harus menghasilkan kebijakan publik.
4.                  Komprehensif; yakni penelitian kebijakan harus menjangkau seluruh variabel yang terkait dan relevan dengan persoalan yang sedang dikaji untuk dirumuskan kebijakan penyelesaiannya.

Aplikasi ICT Penyuluhan
Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang perlu kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya. Namun, tidak semua kemajuan yang telah dicapai tersebut membawa dampak positif.Diantara kemajuan yang telah dicapai tersebut ternyata dapat membawa dampak negatif bagi manusia.
Teknologi informasi itu suatu hal yang berhubungan dengan pengetahuan yang didapat manusia untuk memahami dan memberikan informasi dengan menggunakan teknologi yang ada, sehingga prosesnya menjadi lebih cepat, luas, dll. Selain itu teknologi informasi merupakan suatu teknologi yang berhubungan dengan pengolahan data menjadi informasi dan proses penyaluran data atau informasi tersebut dalam batas-batas ruang dan waktu.
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akan semakin penting peranannya dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Meskipun biaya yang dibutuhkan untuk membangun infrastuktur Nasional TIK besar, tetapi kerugian bila tidak melakukannya akan jauh lebih besar lagi.
Selain memberikan informasi, teknologi informasi juga dapat membantu jalannya penyuluhan pertanian. Karena pada zaman sekarang tidak ada kegiatan yang tidak menggunakan teknologi walaupun teknologi hanya sekedar mencari informasi untuk diri sendiri ataupun mencari informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat.
Sejak menggunakan teknologi sebagai media informasi bagi petani, aktivitas penyuluhan pertanian menjadi berubah.Selain dari informasi yang disampaikan menarik yang dapat menumbuhkan motivasi juga kegiatan banyak dilakukan langsung oleh petani itu sendiri sehingga menimbulkan kedisiplinan terhadap diri petani itu sendiri.
Kita perlu menentukan prioritas penerapan TIK di bidang pertanian agar memberikan hasil yang maksimal.Kita juga perlu membangun kemampuan untuk mengadaptasi, memelihara, melakukan penyesuaian dan mengkonfigurasi ulang solusi TIK yang ada agar menjawab kebutuhan di bidang pertanian.
Seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya petani dan pelaku pertanian serta kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta pertimbangan efektivitas dan efisiensi penyeberluasan informasi, salah satu solusi ditawarkan dalam rangka mengatasi persoalan transfer teknologi dan pengetahuan pertanian adalah pemanfaatan information and communication technologies (ICTs) yang untuk penyuluhan pertanian dikenal dengan sebutan “cyber extension” yang merupakan penggunaan jaringan on-line, computer dan digital interactive multimedia untuk memfasilitasi diseminasi teknologi pertanian. Model ini dipandang sangat strategis karena mampu meningkatkan akses informasi bagi petani, petugas penyuluh, peneliti baik di lembaga penelitian maupun maupun di universitas serta para manajer penyuluhan.Selain menggunakan “cyber extension” penyuluhan pertanian saat ini juga menggunakan multiple information system bagi masyarakat pedesaan untuk mendukung usaha dan bisnis pertanian serta perbaikan ekonomi rumah tangga pedesaan.
Dengan adanya teknologi yang digunakan dalam penyuluhan pertanian diharapkan dapat meningkatkan layanan penyuluhan pada aktivitas petani dalam menyediakan inovasi pertanian yang semakin advance dan membantu petugas penyuluhan pertanian dengan memainkan peran yang mengkoordinasi unsur pertanian di daerah agar dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak atau otoritas terkait.

Studi Kasus
Studi Kasus Usahatani Padi Organik di Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro dan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto
Munculnya teknologi sistem pertanian organik sebagai bagian dari sistem pertanian berkelanjutan yang merupakan salah satu jawaban atas terjadinya degradasi terhadap lingkungan pertanian, ketergantungan petani terhadap komponen revolusi hijau dan lunturnya kearifan-kearifan lokal pada diri petani adalah sangat penting untuk mendapatkan perhatian yang serius untuk mengatasi adanya permasalahan tersebut. Indonesia sistem pertanian organik ini masih merupakan gerakan yang sangat terbatas, yang belum mendapat dukungan sepenuhnya dari pihak pemerintah, peneliti maupun petani, sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengkomunikasikan teknologi sistem pertanian organik kepada masyarakat petani. Oleh karena itu peranan metode pendekatan dalam menyampaikan suatu inovasi agar petani bersedia mengadopsi teknologi tersebut menjadi sangat penting untuk mensosialisasikan sistem pertanian organik, sehingga dalam konteks pemikiran inilah maka proses adopsi dan difusi teknologi, menjadi sangat penting untuk mendapatkan perhatian secara mendalam.
Petani mengadopsi sistem pertanian organik adalah disebabkan karena (1) keinginan untuk mencoba dan membuktikan suatu teknologi baru yang dipandang dapat membawa kemanfaatan pada usahataninya, (2) adanya keinginan untuk menjawab adanya tantangan-tantangan permasalahan mengenai kelestarian lingkungan dan membuktikan kebenaran teori yang didapatkannya dari sumber inovasi. (3) keyakinan akan keunggulan dari teknologi sistem pertanian organik. Sedangkan faktor-faktor yag mempengaruhi pegambilan keputusan pengadopsian sistem pertanian organik adalah karena (1), kondisi sistem pertanian intensif, (2) sifat-sifat eknologi sistem pertanian organik (SPO), (3) kondisi sosial ekonomi petani pengadopsi dan (4) pengalaman petani dalam bereksperimen.
Difusi teknologi yang terjadi di desa tersebut adalah menggunakan model difusi interaksi sosial dan top down, yang menggunakan tipe pengambilan keputusan kolektif dan opsional, dimana faktor-faktor yang mepengauhi difusi teknologi SPO adalah disebabkan karena (1) cara pandang petani terhadap sifat teknologi (tujuan utama dan teknifikasi) (1) penguasaan saluran komunikasi, dan (3) karena metode pendekatan dari sumber inovasi. Berdasarkan hasil pengamatan lambatnya difusi SPO adalah disebabkan karena (1) Lemahnya penguasaan saluran komnikasi, (2) Terputusnya sumber inovasi, dan (3) sikap petani yang hanya memadang SPO hanya dari aspek teknis saja sehinga petani enggan untuk adopsi SPO. Sistem pertanian yang ada di desa Kutogirang adalah masih masuk malam masa konservasi, hal ini disebabkan karena masih terbatasnya asupan input organik yang ada di desa tersebut. Sedangkan perubahan yang terjadi setelah adanya SPO adalah terjadinya perubahan dalam hal pengelolaan tanah (pemupukan) dan munculnya prilaku komersialisasi pada petani.
Sedangkan metode yang digunakan sumber inovasi (PPLH Seloliman) adalah selalu berorientasi kepada terwujudnya kelestarian lingkungan. Dimana perangkat-perangkat dalam proses diseminasi teknologi SPO adalah (1) adanya pendamping yang menjembatani antara teknologi dengan klien, (2) metode pendekatan pada klien yaitu pendekatan karitatif, informatif dan transformatif dan (3) model pendidikan dan komunikasi dalam diseminasi teknologi yaitu menggunakan sistem pendidikan dan komunikasi orang dewasa yang didasari dari konsep Paulo Freire
Analisis :
Latar belakang terjadinya proses difusi inovasi pertanian organic dilandasi oleh terjadinya degradasi terhadap lingkungan pertanian, ketergantungan petani terhadap tiga komponen revolusi hijau (pupuk kimia, pestisida, dan benih unggul) dan lunturnya kearifan-kearifan lokal pada diri petani. Sehingga secara tidak langsung hal tersebut akan mempengaruhi terjadinya penurunan tingkat pendapatan dan kualitas hidup pada petani, dimana munculnya permasalahan tersebut merupakan salah satu dari permasalahan dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia yang harus segera diatasi.
Oleh karena itu peranan metode pendekatan dalam menyampaikan suatu inovasi agar petani bersedia mengadopsi teknologi tersebut menjadi sangat penting untuk mensosialisasikan sistem pertanian organic agar permasalahan yang dialami oleh pertanian Indonesia dapat teratasi, sehingga dalam konteks pemikiran inilah maka proses adopsi dan difusi teknologi, menjadi sangat penting untuk mendapatkan perhatian secara mendalam.
Difusi teknologi yang terjadi di desa tersebut adalah menggunakan model difusi interaksi sosial dan top down, yang menggunakan tipe pengambilan keputusan kolektif dan opsional, dimana faktor-faktor yang mepengauhi difusi teknologi SPO adalah disebabkan karena (1) cara pandang petani terhadap sifat teknologi (tujuan utama dan teknifikasi) (1) penguasaan saluran komunikasi, dan (3) karena metode pendekatan dari sumber inovasi.

Dengan terlaksananya proses difusi inovasi pada kasus ini, hal-hal dibawah ini diharapkan dapat dirasakan dan dilakukan oleh petani :  keinginan untuk mencoba dan membuktikan suatu teknologi baru yang dipandang dapat membawa kemanfaatan pada usahataninya, (2) adanya keinginan untuk menjawab adanya tantangan-tantangan permasalahan mengenai kelestarian lingkungan dan membuktikan kebenaran teori yang didapatkannya dari sumber inovasi. (3) keyakinan akan keunggulan dari teknologi sistem pertanian organik. Sedangkan faktor-faktor yag mempengaruhi pegambilan keputusan pengadopsian sistem pertanian organik adalah karena (1), kondisi sistem pertanian intensif, (2) sifat-sifat eknologi sistem pertanian organik (SPO), (3) kondisi sosial ekonomi petani pengadopsi dan (4) pengalaman petani dalam bereksperimen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar